//
you're reading...
Uncategorized

Contoh Abstrak

Abstrak

FENOMENA AYAM KAMPUS

Oleh : Suardi

Prostitusi tidak mengenal ruang dan waktu. Bisnis ini sudah merambah ke segala penjuru, termasuk di kalangan mahasiswi tertentu di sejumlah kampus. Idealnya mahasiswa sebagai generasi intelektual seharusnya menjadi agen pembaharu sosial, dan bukan sebaliknya. Istilah ayam kampus merupakan  istilah lain dari sebuah prostitusi beberapa kampus di kota-kota besar. Predikat mahasiswa yang menggeluti bisnis tersebut mendapatkan nilai tersendiri di kalangan masyarakat yang  menjadi konsumen.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana jaringan prostitusi terselubung yang terjadi di kampus? Motif apa saja yang membuat mahasiswi menggeluti prostitusi kampus perguruan tinggi di Jakarta? Bagaimana pola komunikasi pelaku prostitusi (ayam kampus) saat berada diluar komunitasnya?

Adanya pihak ketiga dalam jaringan prostitusi di kampus-kampus dengan adanya komunikasi yang efektif sehingga eksistensinya senantiasa dapat terjaga.

Menurut Robert M. Z. Lawang (1990) perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial. Hal ini juga diungkapkan James W. Van Der Zanden (1994) perilaku menyimpang yaitu perilaku yang bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang tercela dan di luar batas toleransi. Sementara oleh Lemert (1962) penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder.

Adapun metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah obeservasi partisipatif, dimana peneliti langsung terjun ke lapangan. Pengumpulan data  menggunakan teknik wawancara. Dalam pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik snowball dimana orang-orang yang dianggap mampu memberikan informasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang menggambarkan fenemona yang terjadi di lapangan, dengan mentraskrip hasil observasi dan wawancara terhadap responden yang terselubung di berbagai kampus di Jakarta.

Hasil analisis menunjukkan. Mayoritas pelaku prostitusi dikarenakan faktor ekonomi dan lingkungan, para pelaku prostitusi dapat berinteraksi dan bersosialisasi baik sesama komunitas maupun diluar komunitasnya.

Fenomena “ayam kampus” merupakan perilaku seks yang berlebihan dan faktor pelanggaran norma masyarakat. Pelacuran yang dilakukan mahasiswa, karena faktor kesulitan ekonomi. Di samping itu tidak adanya keterampilan hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sementara, pelacuran yang dilakukan oleh mahasiswa yang berlatar belakang ekonomi cukup, maka hal ini dilakukan karena faktor pergaulan bebas dan lingkungan.

 

Kata Kunci : fenomena ayam kampus,  perilaku menyimpang, kampus perguruan tinggi

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: